Jumat, 12 Februari 2016

Penilaian Autentik dan Penilaian Test

                      PENILAIAN AUTENTIK DAN PENILAIAN TEST
        A.    PENILAIAN AUTENTIK
 Implementasi PP No. 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan membawa implikasi terhadap system penilaian, termasuk konsep dan teknik penilaian yang dilaksanakan di kelas.
Penilaian kelas merupakan penilaian internal yang dilaksanakan oleh pendidik dalam hal ini guru di kelas atas nama satuan pendidikan untuk menilai kompetensi peserta didik pada saat dan akhir pembelajaran.
Sistem penilaian hasil belajar yang diterapkan dalam kurikulum sekolah adalah system penilaian otentik atau lebih dikenal dengan nama asesmen otentik. Ini merupakan salah satu hal yang paling mendasar yang tercantum dalam Kurikulum  untuk mengetahui sejauh mana peserta didik dapat menguasai kompetensi dasar yang sudah ditetapkan dari setiap mata pelajaran.
Penilaian otentik merupakan penilaian yang secara langsung bermakna, dalam arti bahwa apa yang dinilai adalah merupakan sesuatu yang benar-benar diperlukan siswa dalam kehidupan nyata sehari-hari.Penilaian otentik ini harus dipahami secara mendalam oleh guru-guru mengin gat bahwa setiap pengukuran kompetensi peserta didik tidak cukup hanya dengan tes objektif saja, karena tes tersebut tidak dapat menunjukkan seluruh kompetensi yang dikuasai siswa.
Manfaat Penilaian Autentik bagi guru adalah:
a.              Untuk memberikan umpan balik bagi peserta didik agar mengetahui kekuatan dan
kelemahannya dalam proses pencapaian kompetensi.
b.              Untuk memantau kemajuan dan mendiagnosis kesulitan belajar yang dialami  
peserta didik dalam mencapai kompetensi.
c.       Untuk umpan balik bagi pendidik dalam memperbaiki metode, pendekatan,   
          kegiatan dan sumber belajar yang digunakan.
d.      Untuk masukan bagi pendidik guna merancang kegiatan belajar.
e.       Untuk memberikan informasi bagi orang tua dan komite satuan pendidikan tentang  
         efektivitas pendidikan.
f.       Untuk memberi umpan balik bagi pengambil kebijakan dalam mempertimbangkan
         konsep penilaian kelas yang digunakan.
Manfaat Penilaian Autentik bagi siswa adalah:
1.       Penilaian autentik menuntut pembelajar untuk berunjuk kerja dalam situasi yang konkret dan sekaligus bermakna yang secara otomatis juga mencerminkan penguasaan dan keterampilan keilmuannnya. 
2.       Penilaian autentik memberikan kesempatan pembelajar untuk mengkonstruksikan hasil belajarnya. 
3.       pembelajar juga diminta untuk berunjuk kerja mempraktikkannya dalam sebuah situasi konkret yang sengaja diciptakan.
4.       Penilaian autentik memberi kesempatan pembelajar untuk menampilkan hasil belajarnya, unjuk kerjanya, dengan cara yang dianggap paling baik.

B.     Penilaian Test
1. Pengertian penilaian Test.
      Pengertian tes ialah suatu alat yang digunakan untuk mengetahui potensi seseorang, sebagaimana dikemukakan oleh Bimo Walgito (1989) “bahwa tes merupakan suatu metode pengumpulan data atau fakta-fakta yang lain dari testi dengan menggunakan soal-soal, pertanyaan, tugas lain dimaan persoalan/pertanyaan tersebut telah dipilih dengan seksama dan telah di standardisasikan oleh tester.
Instrument tes merupakan alat ukur, kemudian pengertian intrument dalam bimbingan dan konseling ialah sebagai alat ukur untuk menyelesaikan suatu permasalahan.
Berdasarkan pendapat di atas dapat diambil kesimpulan bahwa instrument tes itu adalah suatu alat ukur atau alat yang digunakan untuk menyelesaikan suatu permasalahan, misalnya untuk mengetahui potensi seseorang.
2. Jenis-jenis Instrument Tes.                                             
Dalam instrument tes ada beberapa jenis diantaranya:
A.    Tes intelegensi. Adalah suatu tes yang digunakan untuk melihat sejauhmana kemampuan atau potensi seseorang.
Kemudian menurut Wayan Nurkencana (1993:194) mengemukakan bahwa tes intelegensi ialah tes yang biasanya digunakan untuk meramalkan kemampuanseseorang mengikuti pelajaran di perguruan tinggi atau di sekolah.
B.     Tes bakat yaitu tes yang digunakan untuk mengetahui bakat seseorang.
C.     Tes kesiapan belajar yaitu tes yang dilakukan untuk melihat kesiapan belajar seseorang dalam menerima pelajaran.

C. Manfaat Hasil Instrument Tes.
1. Bagi Guru Pembimbing.
1. Hasil tes bagi guru pembimbing sangat diperlukan untuk mendapatkan informasi   
    tentang siswa yang pada akhirnya digunakan sebagai landasan untuk memberikan  
    bimbingan dan pelayanan yang setepat-tepatnya kepada siswa.
2. Dengan tes , guru pembimbing dapat lebih mengetahui karakteristik siswanya.
3. Dengan tes, guru pembimbing dapat menyesuaikan jenis layanan apa yang akan  
    diberikan kepada siswanya.
2. Bagi Guru Mata Pelajaran.
    Membantu guru mata pelajaran dalam merencanakan dan mengelola proses   
    pengajaran dengan tepat antara lain guru dapat menetapkan metode dan cara
    belajar, mengelompokkan siswa, terutama siswa mana yang memerlukan banyak
    bantuan.



3. Bagi Wali Kelas.
1. Meningkatkan motivasi belajar siswa kelasnya.
2. Sebagai dasar untuk merancang dan membuat pertimbangan dalamengembangkan
    potensi bakat siswa.
3.Agar dapat mengetahui dan memahami keadaan siswanya.
4.Agar terjadi hubungan yang baik di dalam kelas.
5. Agar terjadi hubungan yang baik antara wali kelas dengan muridnya.
4. Bagi Kepala Sekolah.
1. Memudahkan kepala sekolah untuk menyeleksi siswa jika ada perlombaan.
2. Mempermudah penyeleksian untuk penerimaan beasiswa.
3. Memperbarui program dan penyusunan program untuk pengembangan program.
5. Bagi Siswa dan Orang Tua.
1. Untuk memahami diri siswa, sampai di mana kemampuan yang ia miliki.
2. Untuk memudahkan penempatan karir.
3. Membantu siswa untuk mengenal dirinya sendiri. Yaitu agar siswa siswa mengerti  
     apa kelebihan –kelebihannya dan apa kekurangannya.




                    ------------------------------------------------------------

Tidak ada komentar:

Posting Komentar